• image01

    Game

    Review

  • image02

    Game

    Making

  • image03

    Personal

    Opinion

  • image04

    Retro

    Gaming

  • image05

    Movie

    Talk

  • image06

    Wayang

    Stories

  • image07

    Pop

    Culture

3 Januari 2026

Review River City Girls : Pertarungan jalanan cewek gaul demi sang pacar



Sinopsis

               Di tengah membosankannya pelajaran di kelas, Misako dan Kyoko mendapatkan kabar lewat berita online kalau pacar mereka, Kunio dan Riki telah diculik oleh kedua misterius. Kedua cewek gaul ini segera meninggalkan kelas untuk mencari sang kekasih.

               Tindakan indispliner itu membuat murid satu sekolah berusaha mencegah mereka “kabur” dari sekolah. Kyoko dan Misako pun dengan kemampuan bertarung mereka berupaya mengatasi para murid itu.  Kyoko dan Misako tidak tahu bahwa  mencari keberadaan para kekasih tidak lah mudah, karena akan melibatkan orang-orang berbahaya di River City.

 

Penculikan Kunio dan Riki didalangi oleh??

Sebuah Spin-off Baku hantam klasik

 

               Jika ditanya apa game Beat’em up terbaik saat masih main game NES, saya dengan mantap akan menjawab River City Ransom. Kenapa?  Karena game baku hantam anak sekolah ini menawarkan sebuah kebebasan dalam mengekplorasi setiap bagian kota yang menjadi area bermain game ini alih-alih membaginya menjadi beberapa stage seperti game-game Beat’em pada jamannya.

               Selain itu, game besutan Technos itu dibuat seolah-olah tidak punya aturan main sehingga kita sebagai player bebas menghajar para NPC dengan berbagai macam  senjata yang tercecer tanpa batasan penggunaan.

               Sayangnya,  setelah sempat   main versi Game Boy Advance tahun 2004, saya tidak lagi mengikuti lagi perkembangan franchise ini dan saya membiarkannya menjadi kenangan

River City Ransom EX (GBA)


               Lama tak bersua, pada tahun 2019, rilis sebuah spin off dari River City Ransom yang kali ini dibesut oleh WayForward dan Arc System Works yaitu River City Girls.

               Sesuai judulnya, kali ini kita akan mengikuti petualangan para gadis tangguh, Kyoko dan Misako, yang merupakan pacar dari Main Character dari River City Ransom yaitu Kunio dan Riki. Tentu saja ini menarik perhatian saya yang sudah lama menanti inovasi apalagi yang diberikan franchise ini

 

Kyoko dan Misako

Plot cerita sederhana yang digendong

               Sesuai sinopsis di atas, plot cerita River City Girls ini bisa dikatakan sederhana, mudah diikuti, to the point dan tanpa tedeng aling-aling. Tema dibawakan memang terkesan berat yaitu penculikan tetapi karena disajikan dengan cara yang humor dan komedi, membuat tema itu menjadi terasa ringan.

               Jangan salah! Plot yang sederhana bukan berarti secara keseluruhan cerita River City Girls ditulis apa adanya dan hanya sebagai tempelan. Sang penulis cerita dengan jeniusnya memanfaatkan interaksi antar karakter menjadi daya tarik utama yang membuat pemain betah mengikuti cerita dari game Beat’em up ini.

               Yup! Bisa dibilang para karakter dengan sifat-sifatnya yang unik dan nyeleneh serta interaksi antar karakter yang dipenuhi humor-humor yang kadang absurd lah yang menggendong cerita game ini.

Design karakter seunik sifat-sifatnya


               Mulai dari para karakter utama seperti Misako yang impulsif dan Kyoko yang tengil hingga para boss yang tak kalah unik seperti cewek yang belum lulus SMA setelah 7 tahun, penjahit maut, vokalis band dan tentu saja musuh ikonik sejak jaman Technos yang jadi boss preman, Abobo.

               Gaya penceritaannya pun juga disajikan bervariatif mulai dari cutscene standart untuk kejadian yang terjadi saat ini, hingga gaya panel komik hitam putih untuk kisah-kisah dari masa lalu. Semua didukung dengan para voice actor yang berperan dengan cukup baik untuk menjiwai para karakter yang dibawakan

 

Kombinasi serangan  adalah koentji

               Sebagai game beat’em up, tentu saja River City Girls kudu menyajikan aksi pukul-pukulan yang mumpuni sebagai menu utama game play mereka dan mereka sukses mengeksekusinya.

               Karakter utama kita akan memiliki 3 jenis serangan, yaitu serangan cepat, serangan kuat dan serangan super kuat. Ketiga jenis serangan itu bisa kita gunakan sebagai serangan individu, akan tetapi serangan-serangan tersebut akan optimal jika kita kombinasikan.

               Sang Developer game ini benar-benar mengoptimalkan setiap tombol aksi yang bisa kita gunakan untuk menghasilkan berbagai macam jenis serangan kombinasi yang membuat para musuh kita cepat keok.

Kombinasi adalah koentji


               Perlu dicatat bahwa setiap kombinasi serangan yang menggunakan serangan super kuat akan memerlukan Power bar untuk dapat dieksekusi dengan sempurna. Untuk mengisi Power bar pun mudah. Kita hanya perlu sering-sering menggunakan serangan cepat kepada musuh saat bar ini mulai habis.

               Oh ya. Kita tidak akan langsung memperoleh serangan-serangan kombinasi ini saat memulai memainkan game ini. Kita perlu membeli dan mempelajari setiap kombinasi serangan ini di Dojo asalkan level dan uang kita memenuhi syarat yang diperlukan untuk menguasai kombinasi ini.

               Omong-omong, baik Misako mau pun  Kyoko memiliki jenis serangan kombinasi yang berbeda satu sama lain. Misako lebih berfokus pada power, sedangkan Kyoko lebih pada kelincahan. Jadi  kita tidak akan bosan dengan melihat kombinasi serangan yang itu-itu saja saat berganti karakter utama.

Dab pose combo!!! Kurang gaul apalagi


               Bosan dengan serangan tangan kosong? Tenang saja. Cukup banyak jenis senjata yang tercecer di area yang bisa kita gunakan untuk  menghajar para musuh yang berkeliaran, meski pun setiap senjata memiliki durabilitas yang membuatnya akan hancur setelah digunakan beberapa kali.

               Lebih liar lagi, kita bisa menggunakan musuh kroco yang terjatuh untuk jadi senjata yang bisa kita gebukan atau lempar ke musuh lain.   

               Lalu terkadang ada musuh yang memohon ampun kepada kita. Nah musuh ini bisa kita rekrut untuk memberikan serangan bantuan untuk menambah library kombinasi serangan kita meski pun lemah dan penggunaannya terbatas

 

Grinding yang kudu move on

               Meski pun game Beat’em up, River City Girls juga menyuntikkan fitur RPG berupa kemampuan untuk Level up yang membuat karakter kita semakin kuat dalam menghadapi musuh-musuh yang semakin lama akan semakin sulit terutama saat melawan para boss.

               Untuk meningkatkan level, karakter utama kita perlu melakukan grinding dengan cara rajin-rajin menghajar dan menghabisi para kroco yang bermunculan di setiap area yang kita lewati untuk mendapatkan experience sembari mencari uang   yang bisa kita gunakan untuk membeli item atau mempelajari serangan kombinasi.

Uang dan Exp untuk digrinding


               Uniknya, River City Girls seolah-olah memaksa kita untuk tidak melakukan grinding di area yang itu-itu saja dan perlu berpindah area untuk melakukan grinding dengan optimal. Semua itu karena hanya gelombang serangan pertama para musuh kroco yang menghasilkan uang dan experience yang layak. Gelombang serangan berikutnya akan sangat tidak worth untuk diperjuangkan.

 

Eksplorasi mencari boss yang mudah

               Seperti game-game pendahulunya, River City Girls akan meminta karakter kita untuk berkeliling dalam satu peta besar yang terbagi-bagi dalam beberapa area atau distrik berbeda seperti Sekolahan, Mall, slum area dan pantai.

               Berbeda dengan River City Ransom dimana kita bisa langsung mengeksplorasi sebagian besar peta  sejak awal, River City Girls justru meminta kita untuk  membuka setiap distrik secara perlahan-lahan dengan cara mencari dan mengalahkan boss setiap distrik untuk membuka akses ke distrik berikutnya.

               Untuk mencari boss pun cukup mudah. Kita tinggal melihat peta dan terpampang dengan jelas ada event apa di sana sehingga patut kita lihat

               Tentu saja ini membuat eksplorasi dalam  River City Girls terlihat lebih mudah dan terarah daripada River City Ransom yang seringkali membuat kita disorientasi karena kebingungan mencari dimana boss berikutnya.

               Lebih enak lagi,  pada setiap distrik di game ini disediakan halte bus yang membuat kita berpindah dari satu distrik ke distrik lain  secara instan. Tidak seperti di River City Ransom yang memaksa kita jalan kaki ke lokasi yang kita tuju.

               Bicara soal boss, kita akan bertemu dengan para boss yang tidak hanya menarik dari segi penceritaan tetapi juga Setiap boss juga memiliki tipe serangan dan skill yang unik-unik tergantung dari profesi mereka.

Boss pun memiliki variasi serangan berdasarkan batas HP bar


               kombinasi serangan setiap boss memiliki 3 variasi tergantung seberapa kritis kondisi boss tersebut dilihat dari HP bar mereka. Semakin kritis kondisi boss, semakin besar area serangan mereka dan semakin sakit pula serangan mereka. Di sini lah ketangkasan tangan kita diuji karena membuat kita harus berjibaku menghindari serangan mereka

 

              

Musik dan grafik yang relevan untuk anak jaman now

               Sebagai game spin off game jadul, bukan berarti jejeran musik dan grafik River City Girls ikut-ikutan jadul  dengan musik 8 bit dan grafik Pixel art ala jaman NES.

               Saat kita memulai game ini, kita akan disambut dengan opening movie gaya anime dengan musik Rock yang cepat dan bersemangat seolah-olah game ini sejak awal sudah mengajak kita untuk bersenang-senang dan menghajar musuh layaknya anak muda yang bersemangat tinggi.



               Desain karakter pun dirombak habis-habisan menjadi lebih terlihat  modern dan relevan untuk gamer jaman sekarang meski pun di satu sisi  membuat game ini tidak terasa seperti game keluaran Technos dahulu yang memiliki ciri khas dalam desain karakternya.

               Dalam gameplay, River City Girls juga menggunakan tipe grafis pixel art yang bisa diterima untuk gamer berbagai generasi dan setiap gerakan animasi karakter terlihat fluid, dinamis dan solid dengan respon tombol yang cukup baik.

               Saat kita menjelajahi setiap distrik, background musik yang dimainkan juga sudah modern dengan aroma techno dan Pop yang cukup enak untuk menemani petualangan Misako dan Kyoko.

 

Bonus penuh nostalgia yang kosong

               River City Girls memberikan kita kejutan yang membangkitkan rasa nostalgia saat kita sudah menamatkan game ini sekali dan memulai New Game +. Kejutan itu adalah kita akan bisa menggunakan Kunio dan Riki sebagai playable character . Bagi yang tidak tahu, Kunio dan Riki adalah karakter utama dalam game River City Ransom.

               Tentu saja ini bonus yang dinantikan oleh fans River City Ransom karena kapan lagi kita bisa menggunakan Kunio dan Riki dengan desain karakter yang baru dan kombinasi serangan yang berbeda dengan versi River City Ransom.

Kunio dan desain barunya


               Sayangnya, Kunio dan Riki “hanya” sekedar menjadi playable character kosong tanpa pengaruh dalam plot cerita secara signifikan karena POV di New Game + ini tetap saja dari sudut pandang Misako dan Kyoko, sehingga terasa janggal saat kita memakai Kunio atau Riki tapi saat Cutscene yang bercerita kembali ke Misako dan Kyoko.

              

Joypad issues

Masalah lain dalam River City Girls ada pada versi Epic Game yang saya gunakan untuk memainkan game ini yaitu masalah pada konfigurasi Joypad.

Jika saya memainkan game ini langsung dari Epic Game launcher, entah kenapa tombol-tombol dalam joypad yang saya gunakan mengeksekusi perintah yang salah dan tidak sesuai dengan UI yang tercantum.

Game ini sempat gratis di Epic game


Uniknya, untuk mengatasi masalah ini, saya harus membuka game ini menggunakan Steam launcher dengan feature add Non-Steam Game dan memaksa konfigurasi Joypad game ini mengikuti konfigurasi joypad steam.

Bayangkan kamu mendapatkan game gratis dari Epic Game tapi untuk bisa memainkannya dengan baik kamu kudu membuka Steam. Ironis, tapi bikin ngakak.

 

Conclusion

Sebagai game Spin off dari game legendaris, River City Girls adalah sebuah inovasi yang saya sukai. Meski pun memiliki plot cerita yang sederhana, tapi game ini berhasil menyajikan karakter-karakter dengan sifat-sifat yang unik dan interaksi yang menarik sehingga membuat cerita tidak membosankan apalagi penyajian cerita tidak hanya dengan cutscene standart tetapi juga panel-panel komik hitam putih.

Gerakan karakter game ini cukup luwes dan fluid dengan variasi kombinasi serangan yang berhasil memanfaatkan setiap tombol aksi yang diimplementkan kepadanya.  Para boss dalam game ini pun juga memiliki variasi gerakan berbeda bergantung pada besarnya HP yang dimiliki sehingga setiap fase melawan boss menjadi pengalaman yang berbeda dan tidak monoton.

Berbeda dengan River City Ransom yang bisa membuat player kebingungan saat mengeksplorasi area bermain karena sebagian besar area langsung terbuka, River City Girls lebih memilih untuk menutup area dan distrik  hingga player berhasil mengalahkan boss sebelum bisa mengeksplorasi distrik tersebut. Ini membuat River City Girls lebih mudah untuk dieksplorasi apalagi didukung dengan Map yang memperjelas posisi event dan Halte bus yang bisa memindahkan karater kita secara instan.

River City Girls juga menampilkan grafis pixel art yang bisa diterima gamer berbagai generasi  dan memiliki musik anak muda banget terutama bagian opening yang Rock abis yang penuh semangat dalam mengalahkan segala rintangan.

Dalam New Game +, kita diberi kesempatan untuk bernostalgia dengan menjadikan Kunio dan Riki sebagai playable character dengan kombinasi serangan yang benar-benar baru. Sayangnya, Kunio dan Riki ini tidak memiliki pengaruh signifikan dalam cerita yang tetap mengambil sudut pandang Misako dan Kyoko.

Kendala lain adalah  River City Girls versi epic game memiliki masalah dalam konfigurasi joypad yang ironisnya, bisa diatasi jika game ini kita mainkan di Steam

Sebagai penggemar River City Ransom, saya sangat menikmati game spin off ini. Selain mengambil sudut pandang cerita dari para pacar karakter utama River City Ransom, gameplay yang disajikan juga mantab ditambah dengan grafis dan musik yang menambah segar game ini. Dengan kendala teknis pada Joypad, saya tetap memberi game ini AWESOME


Macan Sekolahan


Mengenai Saya

Foto saya
Saya seorang pekerja swasta di Bidang Teknologi Informasi terutama Game Industry. Saya menggunakan Blog sebagai penyaluran minat saya. Sekedar informasi, Foto Profil itu foto saat SMA medio 2005 an

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.