Sinopsis
Di tengah membosankannya pelajaran di kelas, Misako dan Kyoko mendapatkan kabar lewat berita online kalau pacar mereka, Kunio dan Riki telah diculik oleh kedua misterius. Kedua cewek gaul ini segera meninggalkan kelas untuk mencari sang kekasih.
Tindakan
indispliner itu membuat murid satu sekolah berusaha mencegah mereka “kabur”
dari sekolah. Kyoko dan Misako pun dengan kemampuan bertarung mereka berupaya
mengatasi para murid itu. Kyoko dan
Misako tidak tahu bahwa mencari
keberadaan para kekasih tidak lah mudah, karena akan melibatkan orang-orang
berbahaya di River City.
Penculikan Kunio dan Riki didalangi oleh??
Sebuah Spin-off Baku hantam klasik
Jika
ditanya apa game Beat’em up terbaik saat masih main game NES, saya dengan
mantap akan menjawab River City Ransom. Kenapa?
Karena game baku hantam anak sekolah ini menawarkan sebuah kebebasan
dalam mengekplorasi setiap bagian kota yang menjadi area bermain game ini
alih-alih membaginya menjadi beberapa stage seperti game-game Beat’em pada
jamannya.
Selain
itu, game besutan Technos itu dibuat seolah-olah tidak punya aturan main
sehingga kita sebagai player bebas menghajar para NPC dengan berbagai macam senjata yang tercecer tanpa batasan penggunaan.
Sayangnya, setelah sempat main
versi Game Boy Advance tahun 2004, saya tidak lagi mengikuti lagi perkembangan
franchise ini dan saya membiarkannya menjadi kenangan
| River City Ransom EX (GBA) |
Lama tak
bersua, pada tahun 2019, rilis sebuah spin off dari River City Ransom yang kali
ini dibesut oleh WayForward dan Arc System Works yaitu River City Girls.
Sesuai
judulnya, kali ini kita akan mengikuti petualangan para gadis tangguh, Kyoko
dan Misako, yang merupakan pacar dari Main Character dari River City Ransom
yaitu Kunio dan Riki. Tentu saja ini menarik perhatian saya yang sudah lama
menanti inovasi apalagi yang diberikan franchise ini
Plot cerita sederhana yang digendong
Sesuai
sinopsis di atas, plot cerita River City Girls ini bisa dikatakan sederhana,
mudah diikuti, to the point dan tanpa tedeng aling-aling. Tema dibawakan memang
terkesan berat yaitu penculikan tetapi karena disajikan dengan cara yang humor
dan komedi, membuat tema itu menjadi terasa ringan.
Jangan
salah! Plot yang sederhana bukan berarti secara keseluruhan cerita River City
Girls ditulis apa adanya dan hanya sebagai tempelan. Sang penulis cerita dengan
jeniusnya memanfaatkan interaksi antar karakter menjadi daya tarik utama yang
membuat pemain betah mengikuti cerita dari game Beat’em up ini.
Yup!
Bisa dibilang para karakter dengan sifat-sifatnya yang unik dan nyeleneh serta
interaksi antar karakter yang dipenuhi humor-humor yang kadang absurd lah yang
menggendong cerita game ini.
| Design karakter seunik sifat-sifatnya |
Mulai
dari para karakter utama seperti Misako yang impulsif dan Kyoko yang tengil
hingga para boss yang tak kalah unik seperti cewek yang belum lulus SMA setelah
7 tahun, penjahit maut, vokalis band dan tentu saja musuh ikonik sejak jaman
Technos yang jadi boss preman, Abobo.
Gaya
penceritaannya pun juga disajikan bervariatif mulai dari cutscene standart
untuk kejadian yang terjadi saat ini, hingga gaya panel komik hitam putih untuk
kisah-kisah dari masa lalu. Semua didukung dengan para voice actor yang
berperan dengan cukup baik untuk menjiwai para karakter yang dibawakan
Kombinasi serangan adalah koentji
Sebagai
game beat’em up, tentu saja River City Girls kudu menyajikan aksi pukul-pukulan
yang mumpuni sebagai menu utama game play mereka dan mereka sukses
mengeksekusinya.
Karakter
utama kita akan memiliki 3 jenis serangan, yaitu serangan cepat, serangan kuat
dan serangan super kuat. Ketiga jenis serangan itu bisa kita gunakan sebagai
serangan individu, akan tetapi serangan-serangan tersebut akan optimal jika
kita kombinasikan.
Sang
Developer game ini benar-benar mengoptimalkan setiap tombol aksi yang bisa kita
gunakan untuk menghasilkan berbagai macam jenis serangan kombinasi yang membuat
para musuh kita cepat keok.
![]() |
| Kombinasi adalah koentji |
Perlu
dicatat bahwa setiap kombinasi serangan yang menggunakan serangan super kuat
akan memerlukan Power bar untuk dapat dieksekusi dengan sempurna. Untuk mengisi
Power bar pun mudah. Kita hanya perlu sering-sering menggunakan serangan cepat
kepada musuh saat bar ini mulai habis.
Oh ya.
Kita tidak akan langsung memperoleh serangan-serangan kombinasi ini saat
memulai memainkan game ini. Kita perlu membeli dan mempelajari setiap kombinasi
serangan ini di Dojo asalkan level dan uang kita memenuhi syarat yang
diperlukan untuk menguasai kombinasi ini.
Omong-omong,
baik Misako mau pun Kyoko memiliki jenis
serangan kombinasi yang berbeda satu sama lain. Misako lebih berfokus pada
power, sedangkan Kyoko lebih pada kelincahan. Jadi kita tidak akan bosan dengan melihat
kombinasi serangan yang itu-itu saja saat berganti karakter utama.
| Dab pose combo!!! Kurang gaul apalagi |
Bosan
dengan serangan tangan kosong? Tenang saja. Cukup banyak jenis senjata yang
tercecer di area yang bisa kita gunakan untuk
menghajar para musuh yang berkeliaran, meski pun setiap senjata memiliki
durabilitas yang membuatnya akan hancur setelah digunakan beberapa kali.
Lebih
liar lagi, kita bisa menggunakan musuh kroco yang terjatuh untuk jadi senjata
yang bisa kita gebukan atau lempar ke musuh lain.
Lalu
terkadang ada musuh yang memohon ampun kepada kita. Nah musuh ini bisa kita
rekrut untuk memberikan serangan bantuan untuk menambah library kombinasi
serangan kita meski pun lemah dan penggunaannya terbatas
Grinding yang kudu move on
Meski
pun game Beat’em up, River City Girls juga menyuntikkan fitur RPG berupa
kemampuan untuk Level up yang membuat karakter kita semakin kuat dalam
menghadapi musuh-musuh yang semakin lama akan semakin sulit terutama saat
melawan para boss.
Untuk
meningkatkan level, karakter utama kita perlu melakukan grinding dengan cara
rajin-rajin menghajar dan menghabisi para kroco yang bermunculan di setiap area
yang kita lewati untuk mendapatkan experience sembari mencari uang yang
bisa kita gunakan untuk membeli item atau mempelajari serangan kombinasi.
![]() |
| Uang dan Exp untuk digrinding |
Uniknya,
River City Girls seolah-olah memaksa kita untuk tidak melakukan grinding di
area yang itu-itu saja dan perlu berpindah area untuk melakukan grinding dengan
optimal. Semua itu karena hanya gelombang serangan pertama para musuh kroco
yang menghasilkan uang dan experience yang layak. Gelombang serangan berikutnya
akan sangat tidak worth untuk diperjuangkan.
Eksplorasi mencari boss yang mudah
Seperti
game-game pendahulunya, River City Girls akan meminta karakter kita untuk
berkeliling dalam satu peta besar yang terbagi-bagi dalam beberapa area atau
distrik berbeda seperti Sekolahan, Mall, slum area dan pantai.
Berbeda
dengan River City Ransom dimana kita bisa langsung mengeksplorasi sebagian
besar peta sejak awal, River City Girls
justru meminta kita untuk membuka setiap
distrik secara perlahan-lahan dengan cara mencari dan mengalahkan boss setiap
distrik untuk membuka akses ke distrik berikutnya.
Untuk
mencari boss pun cukup mudah. Kita tinggal melihat peta dan terpampang dengan
jelas ada event apa di sana sehingga patut kita lihat
Tentu saja ini membuat eksplorasi dalam River City Girls terlihat lebih mudah dan terarah daripada River City Ransom yang seringkali membuat kita disorientasi karena kebingungan mencari dimana boss berikutnya.
Lebih
enak lagi, pada setiap distrik di game
ini disediakan halte bus yang membuat kita berpindah dari satu distrik ke
distrik lain secara instan. Tidak
seperti di River City Ransom yang memaksa kita jalan kaki ke lokasi yang kita
tuju.
Bicara
soal boss, kita akan bertemu dengan para boss yang tidak hanya menarik dari
segi penceritaan tetapi juga Setiap boss juga memiliki tipe serangan dan skill
yang unik-unik tergantung dari profesi mereka.
| Boss pun memiliki variasi serangan berdasarkan batas HP bar |
kombinasi serangan setiap boss
memiliki 3 variasi tergantung seberapa kritis kondisi boss tersebut dilihat
dari HP bar mereka. Semakin kritis kondisi boss, semakin besar area serangan
mereka dan semakin sakit pula serangan mereka. Di sini lah ketangkasan tangan
kita diuji karena membuat kita harus berjibaku menghindari serangan mereka
Musik dan grafik yang relevan untuk anak jaman now
Sebagai
game spin off game jadul, bukan berarti jejeran musik dan grafik River City
Girls ikut-ikutan jadul dengan musik 8
bit dan grafik Pixel art ala jaman NES.
Saat
kita memulai game ini, kita akan disambut dengan opening movie gaya anime
dengan musik Rock yang cepat dan bersemangat seolah-olah game ini sejak awal
sudah mengajak kita untuk bersenang-senang dan menghajar musuh layaknya anak
muda yang bersemangat tinggi.
Desain
karakter pun dirombak habis-habisan menjadi lebih terlihat modern dan relevan untuk gamer jaman sekarang
meski pun di satu sisi membuat game ini
tidak terasa seperti game keluaran Technos dahulu yang memiliki ciri khas dalam
desain karakternya.
Dalam
gameplay, River City Girls juga menggunakan tipe grafis pixel art yang bisa
diterima untuk gamer berbagai generasi dan setiap gerakan animasi karakter
terlihat fluid, dinamis dan solid dengan respon tombol yang cukup baik.
Saat
kita menjelajahi setiap distrik, background musik yang dimainkan juga sudah
modern dengan aroma techno dan Pop yang cukup enak untuk menemani petualangan
Misako dan Kyoko.
Bonus penuh nostalgia yang kosong
River
City Girls memberikan kita kejutan yang membangkitkan rasa nostalgia saat kita
sudah menamatkan game ini sekali dan memulai New Game +. Kejutan itu adalah
kita akan bisa menggunakan Kunio dan Riki sebagai playable character . Bagi
yang tidak tahu, Kunio dan Riki adalah karakter utama dalam game River City
Ransom.
Tentu
saja ini bonus yang dinantikan oleh fans River City Ransom karena kapan lagi
kita bisa menggunakan Kunio dan Riki dengan desain karakter yang baru dan
kombinasi serangan yang berbeda dengan versi River City Ransom.
| Kunio dan desain barunya |
Sayangnya,
Kunio dan Riki “hanya” sekedar menjadi playable character kosong tanpa pengaruh
dalam plot cerita secara signifikan karena POV di New Game + ini tetap saja
dari sudut pandang Misako dan Kyoko, sehingga terasa janggal saat kita memakai
Kunio atau Riki tapi saat Cutscene yang bercerita kembali ke Misako dan Kyoko.
Joypad issues
Masalah lain dalam River City
Girls ada pada versi Epic Game yang saya gunakan untuk memainkan game ini yaitu
masalah pada konfigurasi Joypad.
Jika saya memainkan game ini
langsung dari Epic Game launcher, entah kenapa tombol-tombol dalam joypad yang
saya gunakan mengeksekusi perintah yang salah dan tidak sesuai dengan UI yang
tercantum.
| Game ini sempat gratis di Epic game |
Uniknya, untuk mengatasi masalah
ini, saya harus membuka game ini menggunakan Steam launcher dengan feature
add Non-Steam Game dan memaksa konfigurasi Joypad game ini mengikuti
konfigurasi joypad steam.
Bayangkan kamu mendapatkan game
gratis dari Epic Game tapi untuk bisa memainkannya dengan baik kamu kudu
membuka Steam. Ironis, tapi bikin ngakak.
Conclusion
Sebagai game Spin off dari game
legendaris, River City Girls adalah sebuah inovasi yang saya sukai. Meski pun
memiliki plot cerita yang sederhana, tapi game ini berhasil menyajikan
karakter-karakter dengan sifat-sifat yang unik dan interaksi yang menarik
sehingga membuat cerita tidak membosankan apalagi penyajian cerita tidak hanya
dengan cutscene standart tetapi juga panel-panel komik hitam putih.
Gerakan karakter game ini cukup
luwes dan fluid dengan variasi kombinasi serangan yang berhasil memanfaatkan
setiap tombol aksi yang diimplementkan kepadanya. Para boss dalam game ini pun juga memiliki
variasi gerakan berbeda bergantung pada besarnya HP yang dimiliki sehingga
setiap fase melawan boss menjadi pengalaman yang berbeda dan tidak monoton.
Berbeda dengan River City Ransom
yang bisa membuat player kebingungan saat mengeksplorasi area bermain karena
sebagian besar area langsung terbuka, River City Girls lebih memilih untuk
menutup area dan distrik hingga player
berhasil mengalahkan boss sebelum bisa mengeksplorasi distrik tersebut. Ini
membuat River City Girls lebih mudah untuk dieksplorasi apalagi didukung dengan
Map yang memperjelas posisi event dan Halte bus yang bisa memindahkan karater
kita secara instan.
River City Girls juga menampilkan
grafis pixel art yang bisa diterima gamer berbagai generasi dan memiliki musik anak muda banget terutama
bagian opening yang Rock abis yang penuh semangat dalam mengalahkan segala
rintangan.
Dalam New Game +, kita diberi
kesempatan untuk bernostalgia dengan menjadikan Kunio dan Riki sebagai playable
character dengan kombinasi serangan yang benar-benar baru. Sayangnya, Kunio dan
Riki ini tidak memiliki pengaruh signifikan dalam cerita yang tetap mengambil
sudut pandang Misako dan Kyoko.
Kendala lain adalah River City Girls versi epic game memiliki
masalah dalam konfigurasi joypad yang ironisnya, bisa diatasi jika game ini
kita mainkan di Steam
Sebagai penggemar River City
Ransom, saya sangat menikmati game spin off ini. Selain mengambil sudut pandang
cerita dari para pacar karakter utama River City Ransom, gameplay yang
disajikan juga mantab ditambah dengan grafis dan musik yang menambah segar game
ini. Dengan kendala teknis pada Joypad, saya tetap memberi game ini AWESOME
| Macan Sekolahan |



















